Pengertian Trading dan Penjelasanya

Trading  adalah konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa, dengan kompensasi yang dibayarkan pembeli kepada penjual, atau pertukaran barang atau jasa antar pihak. Trading  dapat terjadi dalam suatu perekonomian antara produsen dan konsumen. 

Trading  internasional memungkinkan negara-negara untuk memperluas pasar barang dan jasa yang sebelumnya tidak akan tersedia. Inilah sebabnya mengapa konsumen Amerika dapat memilih antara mobil Jepang, Jerman atau Amerika. 

Sebagai hasil dari perdagangan internasional, pasar menghadapi persaingan yang lebih besar dan dengan demikian harga yang lebih kompetitif, membawa pulang produk yang lebih murah ke konsumen.

Di pasar keuangan, perdagangan mengacu pada pembelian dan penjualan obligasi, seperti membeli saham di lantai Bursa Efek New York (NYSE). Untuk informasi lebih lanjut tentang jenis perdagangan ini, silakan lihat entri di 'apa itu pesanan?'

Cara kerja Trading

Trading atau perdagangan secara luas mengacu pada transaksi yang bervariasi dalam interaksi dari pertukaran tiket bisbol antar kolektor hingga kebijakan multinasional yang menetapkan protokol untuk impor dan ekspor antar negara. Terlepas dari kerumitan transaksi, perdagangan difasilitasi oleh tiga jenis pertukaran utama.



Dengan perdagangan antar negara di seluruh dunia, konsumen dan negara dapat terpapar barang dan jasa yang tidak tersedia di negara mereka sendiri. 

Hampir setiap jenis produk dapat ditemukan di pasar internasional: makanan, pakaian, suku cadang, minyak, perhiasan, anggur, stok, mata uang, dan air. 

Jasa juga diperdagangkan: pariwisata, perbankan, konsultasi dan transportasi. Produk yang dijual ke pasar dunia adalah ekspor, dan produk yang dibeli dari pasar dunia adalah impor. Impor dan ekspor diimbangi dalam neraca pembayaran dalam neraca berjalan suatu negara.

Perdagangan internasional tidak hanya mengarah pada peningkatan efisiensi, tetapi juga memungkinkan negara-negara untuk berpartisipasi dalam ekonomi global, yang mendorong peluang investasi langsung asing (FDI), yaitu jumlah uang yang diinvestasikan individu di perusahaan asing dan aset lainnya. 

Oleh karena itu, secara teori, ekonomi dapat tumbuh lebih efisien dan menjadi peserta ekonomi yang lebih kompetitif. Bagi pemerintah penerima, FDI merupakan jalan masuknya devisa dan keahlian ke dalam negeri. 

Hal ini meningkatkan tingkat pekerjaan dan secara teoritis mengarah pada pertumbuhan produk domestik bruto. Bagi investor, FDI menawarkan ekspansi dan pertumbuhan, yang berarti pendapatan lebih tinggi.

Defisit perdagangan adalah situasi di mana suatu negara membelanjakan lebih banyak untuk total impor dari luar negeri daripada yang diperolehnya dari total ekspornya. 

Defisit perdagangan merupakan arus keluar mata uang domestik ke pasar luar negeri. Ini juga bisa disebut neraca perdagangan negatif (BOT).